YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 27 April 2011

royalicha

ijinkan ku berkata tentang royalisme..

kata kunci greenicha dalam hal itu adalah satu hal :
BUKU.
itulah royalisme yang masih bertandang sekian tahun pada greenicha...
karna icha bukan sekedar suka buku..pun bukan sekedar cinta membaca..
tapi icha selalu butuh untuk belajar dan memperkaya diri dengan ilmu..
..beuh...
jadilah buku satu2nya harta benda 'kekayaan' icha yang paling dilestarikan...

greenicha akui tidak mudah untuk mengabaikan godaan royalisme di sisi habitat keakhwatan

pengen pake baju bagus, yang mempesona dengan warna warna lembut atau motif bercorak bunga yang manis,
tapi nyatanya sisi royalisme menelusuk selalu
sekarang ini harga harga baju macam itu sudah diatas seratus ribuan. bisa seratus lima puluh ribu termurah.
greenicha sungguh merasa tak pantas mengenakannya..
mengaku pribadi sederhana dan ingin zuhud pada dunia, tapi ingin berfoya2 dengan mengenakan baju yang ratusan ribu...
itulah royalisme yang harus icha abaikan..
mudah2an kelak di syurgaNYA kelak icha layak bersanding disana...dengan pakaian yg pantas yang Allah sudah ridhoi..pakaian yg terindah yg takada bandingannya di dunia...
yang berwarna green...


[bersambung ya..]

romanticha

Train & Rain..
they are two things recorded as a romantic things.
why?
well the opinion maybe just in me,
but that is what my opinion is...

TRAIN..
is somehow deliver me into an own world..
its a room where i can feel to get out of my crowded life..
into a new world...
its where i can see many views with shallow in my mind...
so let heart take me into miles away...
and let my sorrow and sadness will get over then...
its just my third world i've been hide in...
away...from the truth...

RAIN..
oh, how much rains details my mood...
describe behind my heart is...
they represents me from the sorrow that i used to capture inside...
cause people may see me smile sometimes, but many times they dont know
what the real feel inside..
so let nobody knows,
except the rain as my allegiant buddy...
so that's why i love to live in this town

Minggu, 27 Maret 2011

for only one wish

if you had a chance to reveal one wish...any wish can buy, what say you...???

to greenicha..
hmm,let me think first just a little...
maybe i would like to be invisible person,so that i can come closer to anyone i care with...
or maybe i would like to had a wings, so that i could be getting closer with clouds, or stars in the night time,or maybe i could be able to drove at someone's roof, to see what are the things theyre doing...

but hmmm...
i think i have the main one..

that a greenicha,
i would indeed to be able to sleepless.
yes. just sleepless..
just to stay in my computer screen , or speding my time with noblebooks -which is not read only but inspires me as much i seek for...

and definitely, wish to have such nights..fromnights to nights in awake moments... to be accompanied with kitab Al Quran....and with tahajjud every late night..and all night long....
just to show to Allah how much i care...and are you too, right..?

so, tell me now whats your opinion about wishes come true......

Sabtu, 26 Maret 2011

rumah harapan

rumah itu kecil...bahkan mengingatkan pada rumah 'bilik' Rasulullah saw yang begitu sederhana...
tapi satu keinginanku yang masih terelung...
rumah itu bisa buatku merenung slalu akan kebesaran Allah SWT..
karna rumah mungil itu bisa menghadapkanku dengan nyaman pada bebintang...
ya..aku ingiin sekali rumah mungil yang bisa dengan mudahnya ada posisi khusus untuk duduk menatap langit yang begitu indahnya...
[apalagi bersama soulmate...hhe...]
karna ku begitu merindu langit
meski itupun tak bisa membalas sebesar inginku berada di langit teratasnya....

sungguh indah ciptaanMU Ya Rabb..izinkanku menatapnya...
dengan penuh rindu..dan takjub...

Kamis, 17 Februari 2011

Profesi Dambaan



Bisa tebak, apa profesi dambaan greenicha? Bisa dikatakan Cuma dua :
          Pertama, menjadi seperti yang sekarang ini greenicha jalani. Menjadi seorang guru. Karena profesi menjadi pendidik mendatangkan pahala yang bisa mengalir hingga melewati umur. Lagipula greenicha belum pernah puas dalam profesi ini, karena masih terlalu banyak ilmu yang harus dipelajari. Dalam learning how to learn, dan dalam banyak hal. Tapi greenicha sangat bersyukur bergelut di dunia pendidikan. Karena greenicha hidup bersama lingkungan anak. Hidup bersama anak anak yang begitu banyak, meski hakikatnya bukan anak greenicha beneran. Tapi sangat menyenangkan dan membahagiakan hidup bersama kepolosan mereka.
          Kedua, adalah dambaan yang amat sangat. Greenicha ingin seperti tenanga greenicha yang bernama ibu khadijah. Beliau adalah pembimbing haji dan umrah. Bahkan ia sudah dipercaya menjadi bagian dari departemen agama yang mengurus haji dan umroh. Greenicha ingin sekali menjadi pembimbing haji. Tdak digaji pun tidak mengapa. Yang penting greenicha bisa bekerja membimbing, dan yang talah utama adalahrutin ke tanah suci, menapaki jejak jejak nabi tercinta dan para sahabatnya. Oh sungguh dambaan greenicha. Ingin sekali rasanya melamar kerja ke ibu khadijah. Tapi greenicha sampai kini belum bisa berbahasa Arab. Jadi masih suka urung...

Mengapa belum menikah?


Mengapa belum menikah?
          Teman teman sudah terlalu banyak yang menanyakan hal itu, tapi alhamdulillah greenicha selalu bisa menepis dengan senyuman. Padahal banyak teman greenicha yang sudah jengah dengan pertanyaan seperti itu.    Tapi greenicha tetap saja tenang dan santai menjawabnya. Dengan jawaban yang sama. Tapi yang sesungguhnya tak selalu seperti itu. Kalau melihat umur, banyak teman sebaya greenicha yang bukan saja rata rata sudah pada menikah semua, tapi juga mereka sudah punya anak satu sampai tiga. Sedang greenicha duduk bersanding dengan seorang ikhwan yang sudah boleh disebut sebagai suami di pelaminan saja belum pernah. Tapi greenicha belum pernah, dan tidak pernah, insya Allah mendambakan sampai sampai gigit jari, menghindari undangan pernikahan, dah gitu stress, tertekan, apalagi depresi. Hehe... itu mah parah banget ya?
          Kadang kadang mendambakan juga sih, kan wajar ya, dengan umur greenicha yang hampir berkepala tiga nih. Tapi sebatas hati lah. Sekedar perasaan manusiawi. Karena yang namanya menikah itu kan berkaitan dengan takdir Allah, apalagi greenicha itu bukan ikhwan. Jadi sudah nyaman dengan penantian. Hayo, silakan daftar!
Hehe, tapi kan nyatanya tidak sedikit juga kan greenicha beberapa tahun sejak lulus masa kuliah dulu hingga akhir akhir ini, menolak ikhwan. Bukan karena idealis, tapi memang belum waktunya. Mereka sudah tahu lah alasannya.
          Tapi greenicha tidak pernah kecewa dalam berdoa pada Allah SWT akan takdir jodoh yang belum datang menjemput greenicha. Karena bukan saja masalah watu, tapi karena Allah SWT menunjukkan hikmah besar dibalik ini semua.
          Kemarin kemarin greenicha seangkot dengan beberapa orang, termasuk dua diantaranya sepasang kakek nenek dan seorang bapak yang juga sudah manula. Sudah berumur lanjut. Nah, saat itu mereka sedikit bercakap cakap. Dan nguping tak nguping terdengar juga, intiya mereka bertanya satu sama lain tentang bagaimana keadaan mereka. Kakek yang satu menjawab bahwa ia sakit, biasa lah penyakit orang yang sudah tua. Demikian katanya ringan. Lalu kakek yang satu berkata bahwa memang begitulah kalau sudah tua. Penyakit itu biasa.
          Hal sesederhana itu ternyata mengiris hati greenicha. Dan saat itu greenicha langsung terbenak wajah papa nya greenicha yang berada di rumah. Papa juga seumuran dengannya. Dan saat itu menjadi momen syukur greenicha yang bertambah dalam. Karena bisa jadi inilah alasan mengapa Allah SWT belum memberi waktu bagi greenicha untuk menikah. Karena Allah SWT masih memanjangkan waktu dan kesempatan besar buat greenicha ber birrul walidain kepada mama dan papa greenicha. Karena kalau sudah menikah, bisa jadi seperti yang terjadi pada teman teman greenicha yang lain; sudah fokus pada suami dan anak. Tapi greenicha masih punya banyak waktu untuk hidup dan menemani mama dan papa di rumah, di masa senja mereka.
Dan greenicha makin sujud syukur. Dan bertambah bahagia karena hikmah menguping tadi di angkot.
Alhamdulillah, Ya Rabb, sugguh, Engkau selalu memberi yang terbaik bagiku dalam waktu yang terbaik. Selalu...

Mengapa belum menikah?



          Teman teman sudah terlalu banyak yang menanyakan hal itu, tapi alhamdulillah greenicha selalu bisa menepis dengan senyuman. Padahal banyak teman greenicha yang sudah jengah dengan pertanyaan seperti itu.    Tapi greenicha tetap saja tenang dan santai menjawabnya. Dengan jawaban yang sama. Tapi yang sesungguhnya tak selalu seperti itu. Kalau melihat umur, banyak teman sebaya greenicha yang bukan saja rata rata sudah pada menikah semua, tapi juga mereka sudah punya anak satu sampai tiga. Sedang greenicha duduk bersanding dengan seorang ikhwan yang sudah boleh disebut sebagai suami di pelaminan saja belum pernah. Tapi greenicha belum pernah, dan tidak pernah, insya Allah mendambakan sampai sampai gigit jari, menghindari undangan pernikahan, dah gitu stress, tertekan, apalagi depresi. Hehe... itu mah parah banget ya?
          Kadang kadang mendambakan juga sih, kan wajar ya, dengan umur greenicha yang hampir berkepala tiga nih. Tapi sebatas hati lah. Sekedar perasaan manusiawi. Karena yang namanya menikah itu kan berkaitan dengan takdir Allah, apalagi greenicha itu bukan ikhwan. Jadi sudah nyaman dengan penantian. Hayo, silakan daftar!
Hehe, tapi kan nyatanya tidak sedikit juga kan greenicha beberapa tahun sejak lulus masa kuliah dulu hingga akhir akhir ini, menolak ikhwan. Bukan karena idealis, tapi memang belum waktunya. Mereka sudah tahu lah alasannya.
          Tapi greenicha tidak pernah kecewa dalam berdoa pada Allah SWT akan takdir jodoh yang belum datang menjemput greenicha. Karena bukan saja masalah watu, tapi karena Allah SWT menunjukkan hikmah besar dibalik ini semua.
          Kemarin kemarin greenicha seangkot dengan beberapa orang, termasuk dua diantaranya sepasang kakek nenek dan seorang bapak yang juga sudah manula. Sudah berumur lanjut. Nah, saat itu mereka sedikit bercakap cakap. Dan nguping tak nguping terdengar juga, intiya mereka bertanya satu sama lain tentang bagaimana keadaan mereka. Kakek yang satu menjawab bahwa ia sakit, biasa lah penyakit orang yang sudah tua. Demikian katanya ringan. Lalu kakek yang satu berkata bahwa memang begitulah kalau sudah tua. Penyakit itu biasa.
          Hal sesederhana itu ternyata mengiris hati greenicha. Dan saat itu greenicha langsung terbenak wajah papa nya greenicha yang berada di rumah. Papa juga seumuran dengannya. Dan saat itu menjadi momen syukur greenicha yang bertambah dalam. Karena bisa jadi inilah alasan mengapa Allah SWT belum memberi waktu bagi greenicha untuk menikah. Karena Allah SWT masih memanjangkan waktu dan kesempatan besar buat greenicha ber birrul walidain kepada mama dan papa greenicha. Karena kalau sudah menikah, bisa jadi seperti yang terjadi pada teman teman greenicha yang lain; sudah fokus pada suami dan anak. Tapi greenicha masih punya banyak waktu untuk hidup dan menemani mama dan papa di rumah, di masa senja mereka.
Dan greenicha makin sujud syukur. Dan bertambah bahagia karena hikmah menguping tadi di angkot.
Alhamdulillah, Ya Rabb, sugguh, Engkau selalu memberi yang terbaik bagiku dalam waktu yang terbaik. Selalu...